Assalamu'alaikum..

Salam HW..
Posting kali ini masih tentang HW. Senang sekali ya kami menulis tentang HW?
Ya, betul. Salah satu alasannya karena kegiatan HW adalah kegiatan extra wajib yang paling ditunggu oleh anak-anak. Kamis ini kegiatan HW di SD Muhammadiyah Blawong I adalah Field Trip. Alhamdulillah, anak-anak antusias dan bersemangat walaupun siang tadi terik matahari melelehkan keringat kami. Field trip kali ini hanya mengelilingi desa Blawong dan sekitarnya dengan tujuan akhir Dermaga Trimulyo. Lingkungan Blawong yang berada di daerah pinggiran dengan sungai, pegunungan dan sawah yang membentang tidak membuat anak-anak bosan tapi justru kegiatan ini makin menyenangkan.

Sebelum anak-anak mulai Field Trip-nya, pembina HW memberikan tata tertib yang harus mereka patuhi selama di perjalanan. Salah satunya adalah, berjalan rapi di sebelah kiri jalan dan menjaga sikap selama di perjalanan. Berikut ini beberapa momen yang berhasil kami abadikan.
Sepanjang jalan 
Di jembatan pun harus tertib
Jalan pelan-pelan dan rapi ya
Di perjalanan sambil mengerjakan tugas
Tugas HW





Perjalanan Menuju Dermaga
Di Masjid At Taqorruba sambil melepas lelah
Berkelompok Mengerjakan Tugas Dari Pembina
Kami bersyukur kegiatan Field Trip ini sudah kami laksanakan kamis kemarin karena ternyata Jumat ini terjadi hujan abu vulkanik dari gunung Kelud. Debu yang memenuhi desa tidak akan hilang minimal satu bulan ke depan, sehingga kami perlu meminimalkan kegiatan luar ruangan sampai keadaan memungkinkan. 

Outbound merupakan salah satu sarana untuk sejenak melupakan penat setelah setiap hari berkegiatan di sekolah. Tujuan sekolah mengadakan outbound adalah memfasilitasi dan membantu siswa untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri, keberanian, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, kepekaan dan saling pengertian antar kelompok, dan membangkitkan semangat baru. 

Outbound kali ini bukanlah yang pertama dan merupakan agenda 2 tahunan. Tangal 24 Juni 2012 kemarin, Ssekolah mengadakan outbound di JAZ (Jogja Adventure Zone) yang berada di kompleks Adisucipto. Kami sudah beberapa kali mengadakan acara disini walaupun kami hanya menyewa tempat saja. Kami sendiri yang mengatur dan menyiapkan acara outbound ini tanpa mengabaikan bantuan pihak JAZ. 

Peserta outbound tahun kemarin adalah siswa kelas 4 dan 5. Di sana, panitia outbound yang terdiri dari guru-guru dan beberapa muda-mudi Blawong bekerja ekstra untuk memberikan kegiatan yang menarik dan memorable. 8 kelompok outbound harus melalui 9 pos yang tersebar di area danau. Sepertinya, area flying fox dan meniti jembatan yang menjadi favorit peserta.
Pos 1 - 3

Pos 4 - 9
Balon Berantai

Pos Jembatan
Tahun pelajaran 2013/2014 ini, outbound akan diselenggarakan di akhir bulan Desember dan diikuti oleh siswa kelas 1 - 6. Agenda acara akan diumumkan lebih lanjut setelah ujian akhir semester ganjil nanti. Siapa yang mau ikuuuuut??
Hari kamis ini, sejak jam 7 pagi anak-anak kelas 3-5 sudah tidak sabar menunggu waktu HW. Di setiap sudut kelas mendadak ada anglo, wajan, sayur mayur bahkan beras. Anak-anak juga sudah tidak sabar menunggu waktu pulang sekolah. Sedangkasn para guru hanya bisa tersenyum melihat kehebohan di setiap kelas itu.

Apa yang terjadi?
Yak, HW siang ini siswa-siswa peserta HW kelas 3-5 akan belajar memasak sebagai persiapan camping yang akan diselenggarakan tiap akhir tahun pelajaran. Materi ini termasuk dalam materi kecakapan hidup. Pelajaran pertama kali ini adalah menanak nasi dan memasak sop. Pertemuan sebelumnya, pembina HW sudah menjelaskan cara-cara menanak nasi secara singkat. Karena anak-anak adalah makhluk visual, maka kami menjelaskannya dengan media gambar. Walaupun begitu, kami tidak yakin anak-anak bisa langsung paham kalau tidak dipraktekkan. Orang dewasa saja masih ada yang belum bisa menanak nasi.

Dan kamis ini, kehebohan beginilah yang terjadi:
Persiapan sebelum memasak
Bahan Masak
Proses memasak
Alhamdulillah, ternyata anak-anak bisa juga menanak nasi dan membuat sayur sop. Meski nasinya agak gosong dan beberapa kuntum harus dibantu oleh pembina dan guru, tapi secara keseluruhan mereka sudah tahu cara memasak nasi dan sop. Hampir semua kuntum berhasil memasak sayur sop. Tentu saja dengan bantuan bumbu saji, nggak papa deh, yang penting bisa masak. Setelah masakan mereka matang, anak-anak juga diwajibkan makan siang bersama. Mereka tidak boleh menyisakan makanannya karena mubazir itu perbuatan syetan dan akan mengurangkan amal sedekah.
Makan bersama
Senangnya melihat anak-anak ini antusian belajar memasak. Banyak kejadian lucu yang membuat kami para guru tertawa. Tapi kami lega melihat anak-anak ternyata bisa bertanggungjawab terhadap tugas mereka. Sepertinya, harus ada satu pertemuan lagi untuk mengulang pelajaran menanak nasi. Apa kalian sudah siap anak-anak?
 Blawong, 25 Juni 2013
Alhamdulillah.. Acara Pelepasan Siswa Kelas VI dan Tutup Tahun 2012/2013 telah berakhir.  Tamu undangan terdiri dari Kepala UPT dan Pengawas Kecamatan Jetis, wali murid kelas I-VI, tetangga serta tokoh masyarakat Muhammadiyah. 

Sambutan oleh Kepala UPT PPD Kecamatan Jetis
Tamu Undangan
Penyerahan Piala Bergilir
Penyerahan Penghargaan Nilai Tertinggi
Penyerahan Kenang-kenangan Kelas VI
Hasanah Band

Extra Tari 2
Tari Saman dari Kelas VI
Hiburan dari Extra Tari 1


Belajar di SD Muhammadiyah Blawong I sangat menyenangkan. Kegiatan Belajar-Mengajar di SD Muhammadiyah Blawong I tidak hanya di dalam kelas lho... Ada juga kegiatan praktik seperti yang dilakukan oleh siswa-siswa kelas VI ini. Mereka berlatih mencangkok tanaman sebagai bagian dari pelajaran IPA. Praktik ini dilakukan di halaman kelas III.  Asyiik kan....!!!

Kegiatan ini dilakukan selain untuk menambah pengetahuan siswa juga untuk melatih keterampilan siswa. Mencangkok tanaman merupakan salah satu cara perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan.

 Ini adalah gambar salah satu siswa saat melakukan proses mencangkok.

Dan ini adalah salah satu hasil dari kegiatan mencangkok.

Siswa-siswa sangat antusias mengikuti praktik ini. Mereka sampai ketagihan ingin praktik yang lain lagi. Sap deh.. Lain kali pasti ada praktik lapangan yang lebih seru lagi. Tunggu aja ya..
Hizbul Wathan (HW) merupakan bentuk kepanduan di lingkungan Muhammadiyah. Dahulunya, SD Muhammadiyah Blawong I masih menggunakan istilah pramuka. Sampai pada tahun 2010, kami memutuskan untuk mengganti ekstra pramuka dengan nama HW. Tentunya dengan perubahan nama ini, maka harus diikuti dengan perubahan materi yang harus kami sampaikan. Salah satu materi yang wajib kami sampaikan adalah materi Siaga Bencana. 

Pada hari Kamis 28 September kemarin, tim HW mengajak siswa-siswi untuk menonton film SITI, film kartun informatif tentang seluk beluk bencana dan cara menghadapi bencana. Acara menonton ini dilaksanakan 2 kali, yaitu pukul 11.00 untuk kelas kecil (kelas 1 dan 2) dan pukul 13.00 untuk kelas besar (kelas 3-5). 
Menonton Film
Tujuan dari materi siaga bencana ini adalah untuk mengenalkan siswa tentang macam-macam bencana alam yang mungkin terjadi di Indonesia. Selain itu, siswa perlu juga mengetahui cara dan sikap saat menghadapi bencana alam, terutama gempa bumi. Karena itu, setelah menonton film diadakan evaluasi berkaitan dengan siaga bencana ini. Evaluasi untuk kelas kecil dilakukan secara lisan sedangkan untuk kelas besar dilakukan secara tertulis.

Evaluasi
HW di sekolah kami memang sengaja dikemas dengan mengembangkan kurikulum sendiri namun tidak mengabaikan materi pokok dari silabus HW yang berlaku. Prinsip dasar kami adalah membuat HW menjadi kegiatan yang menyenangkan. Bagaimana dengan HW ditempat kalian, menyenangkan juga bukan?
Dalam rangka HUT RI ke 68, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul mengadakan Karnaval dengan rute lapangan Trirenggo - Paseban. Karnaval ini terdiri dari lomba karnaval kampung, lomba drumband dan lomba gerak jalan. Tim Drumband SD Muhammadiyah Blawong I beberapa kali mengikuti karnaval di Bantul. Tahun ini, sekolah kami di undang mengikuti karnaval sebagai perwakilan dari kecamatan Jetis. Sekolah kami ditunjuk oleh UPT Kecamatan Jetis setelah pada tanggal 17 Agustus 2013 kemarin menjadi satu-satunya tim drumband yang tampil dalam Upacara HUT RI ke 68 di Lapangan Canden. 

Walaupun dengan motivasi untuk menyemarakkan karnaval, kami tetap tampil maksimal dengan jumlah peserta sebanyak 80 siswa. Tim kami terdiri dari siswa kelas 4, 5 dan 6.
Di Garis Start
Menantang Matahari

Tetap semangat ya

Dengan latihan rutin setiap hari Senin dibawah bimbingan bapak Sudiparno dan tim, insyaAllah dapat mengasah jiwa seni mereka sekaligus memupuk  percaya diri anak-anak untuk tampil di depan khalayak umum. Semangat....

NewerStories OlderStories Beranda